Pages

Monday, September 12, 2011

Ada yang bilang bahasa yang saya pakai sekarang ini adalah bahasa orang aneh. Saya jadi berpikir, ada berapa banyak orang di dunia  ini yang bisa memahami bahasa saya? Bahasa aneh. Bukan bahasa yang digunakan oleh orang banyak. Bahasa yang entah siapa yang bisa menangkap kesungguhan di dalamnya, bahasa yang entah siapa yang bisa menangkap perasaan di dalamnya.

Tuesday, September 6, 2011

Dia berjalan dengan santai melewatiku tanpa suara. Entah dia pura-pura tidak melihatku atau dia memang tidak mengetahui kalau itu adalah aku, aku tidak tau dan tidak mau mencari tau. Untuk apalagi aku berurusan dengannya? Untuk menambah cerita dengan air mata yang lainnya? Hohoho tidak terima kasih. Melihatnya dengan keadaan yang SANGAT baik yang jauh berbeda dengan keadaanku setahun yang lalu saja sudah cukup buatku. Dan satu lagi, entah aku merasa takut, malu, senang, kecewa atau marah, aku tidak mau menunjukkan diriku tepat di depannya.
Satu yang aku tau. Dia bukanlah anak laki-laki yang ku kenal dulu. Dia bukanlah orang yang membuatku tertawa bertahun-tahun yang lalu. 4 tahun telah memberikan perubahan dalam dirinya. 4 tahun membentuk jurang curam antara aku dan dia.
Tidak ada lagi pertemanan, tidak ada lagi sapaan. Semua telah berubah.
Pandangan bersahabat, kini berubah menjadi pandangan asing.
Semua candaan dan tawa lepas berubah menjadi kebisuan menyebalkan.
Semua kenangan yang tadinya indah, kini hanya menjadi kepingan buram dari sebuah masa lalu.
Semua mimpi dan bayangan hancur menjadi serpihan yang terpijak waktu.
Dia cuma orang asing. Orang asing. Sosok yang telah mati dan kemudian hidup kembali dalam pikiranku. Dia cuma sosok berdebu yang kutinggalkan jauh di belakang.
Dia hanya masa lalu


oiya, selamat ulang tahun

Monday, September 5, 2011

Pertama kalinya setelah terakhir kali aku melihatnya dua bulan yang lalu. Yah bukan pertemuan yang cukup lama untuk berbincang. Oke, maksudku melihat. Bukan bertemu. Tentu itu sudah berbeda definisinya. Ya, aku melihatnya melintas dengan gaya khasnya itu. Mengendarai motor. Kalau dibilang ugal-ugalan, tidak juga. Standar anak remaja laki-laki. Dia tidak jauh berbeda secara fisik, masih seperti dulu. Matanya yang tajam itu tidak berubah. Baguslah, karena disitu letak biusnya hahaha. Tubuhnya yang tinggi yang membuatku selalu ingin bersembunyi di balik punggungnya itu tidak berubah. Tidak ada perubahan yang menonjol. Tapi, kalau pemikirannya, entahlah, itu urusan dia dengan Tuhan. Aku memang sempat berharap bisa melihatnya, sekali saja, dan yak, Tuhan mendengar doaku, aku juga terus berdoa untuk meyakinkan diriku kalau yang kulihat itu benar-benar dia. Dan aku yakin. Tuhan menunjukkan padaku kalau dia baik-baik saja, dan aku tidak perlu khawatir. Aku hanya perlu bersabar untuk mengetahui keadaanya. Tuhan memberi tauku dengan cara-Nya yang ajaib.

Sunday, August 21, 2011

Secercah harapan hilang hanya karena satu kalimat sederhana. Kamu tidak pernah tau seberapa besar pengaruh yang kamu buat dari kata-kata yang keluar dari mulutmu. Kamu mungkin tidak pernah sadar dan tidak pernah mau mencoba untuk sadar, tapi secara tidak langsung kamu telah melemparku jatuh tanpa ada niat untuk menangkapku.

Friday, August 5, 2011

Tau sampah? Tau dongya. Sampah itu busuk. Pantesnya dibuang. Mau didaur ulang macemana pun, namanya tetep sampah. Gak berubah. Sampah itu gak berharga. Diperlakukan seenaknya. Sampah gapantes dielu-elukan.  Kenapa aku ngomongin sampah? Menurutmu kenapa? Yaa kenapa kek. Sekian cerita tentang sampah. Hidup  aku udah terlalu nyampah, gausah dibahas lagi.
Saya sudah terbiasa dengan ini. Tidak dianggap. Ditinggalkan. Lantas kenapa saya harus memusingkanya? Saking terbiasanya, saya sampai muak. Saya bukan manusia yang bisa membaca pikiran orang lain. Saya perlu diberitau kalau ada sesuatu yang ganjil. Jangan suruh saya menebak-nebak. Saya terlalu lelah untuk menebak. Saya sudah menjalaninya selama hampir 15 tahun saya hidup di dunia ini. Saya juga butuh uluran tangan. Tapi, siapa juga yang mau repot-repot menolong? Yah saya tau hidup memang seperti ini, jadi saya harus terbiasa. Jatuh itu sakit, ditambah lagi tidak ada yang membantumu berdiri. Menyedihkan.

Thursday, August 4, 2011

Sekilas Cerita ♥

Dia orang yang baik, yah walaupun pergaulannya jauh dari kata baik, dia bisa menjaga diri. Dia memang keras, dan itu menunjukkan kalau dia tegas. Dia keras, bukan berarti dia bukan orang yang bersahabat. Kalau kau bersedia berteman dengannya, aku yakin harimu akan terasa ringan karna kau banyak tertawa dengan ucapan dan tingkahnya. Aku memang tidak terlalu mengenalnya, tapi aku yakin aku paham. Kami 'sempat' berteman. Lucu. Perpisahan tanpa kata-kata. Menyedihkan.
Aku memang menyesalkannya, aku marah pada diriku sendiri, aku benci alur menyebalkan itu. Apa-apaan? Kami tidak banyak bicara saat pertama jumpa bukan berarti akhirnya harus seperti itu juga. Bukannya aku menyalahkan takdir, tapi, apakah aku tidak punya kesempatan untuk bahagia? Seperti orang-orang disekitarku, lihat mereka dengan wajah bahagia mereka itu. Aku menyayanginya. Apa itu salah? Sekarang apa? Aku seperti orang tolol yang membayangkan akhir yang bahagia. Aku terus menerka-nerka kapan aku bisa mendengarnya memanggil namaku lagi.
Aku merindukannya. Suaranya, tawanya, senyumnya, semuanya. Semuanya. Aku cuma bisa mendengarkan teman-temanku yang bilang dia sempat ada sebelum aku datang. Kesal? Jelas. Selisihnya bukan satu atau dua jam, tapi hanya BEBERAPA menit. Lucu sekali. Seolah-olah aku tidak diperbolehkan melihatnya. Aku tidak peduli kalau aku hanya melihatnya dari jauh atau hanya melihatnya berlalu. Aku hanya ingin melihatnya. Hanya itu.
Ini terlalu lucu untuk ditangisi. Capek? Kau tau jawabannya.