Pages

Showing posts with label Quote(s). Show all posts
Showing posts with label Quote(s). Show all posts

Sunday, May 7, 2017

Tentang Millenials Salurkan Hobi


 "Everyone needs a hobby," he said. "And everyone needs a miracle or two, just to prove life is more than just on long trudge from the cradle to the grave." ― Stephen King, Revival 

Di era teknologi yang terus berkembang dewasa ini, sebagian besar orang berusaha untuk mengukuhkan eksistensinya di media sosial dan kini, fenomena tersebut tidak bisa terelakkan lagi. Sebut saja kalangan selebgram yang berlomba membuat vlog yang menceritakan tentang kesehariannya, yang bagi sebagian besar orang telah menjadi gaya hidup. Jika diperhatikan, sudah banyak akun-akun vlog di Youtube dengan beberapa konten yang berbeda. Yunita Elisabeth salah seorang beauty and fashion vlogger yang membuat vlog tentang tips kecantikan rambut, OOTD, dan tutorial make up. Yunita menyalurkan hobinya lewat vlog agar bisa sharing tentang informasi seputar beauty and fashion khususnya kepada kawula muda. Sesekali Yunita Elisabeth juga sharing tentang kesehariannya di vlog, berawal dengan ketertarikannya kepada dunia fashion and beauty, Yunita sadar semua orang layak tampil cantik dan fashionable, dan untuk dapat tampil fashionable tidak selamanya harus mengeluarkan biaya yang mahal. Dari situlah, Yunita membagikan informasi tentang bagaimana tampil cantik dan fashionable tanpa harus mengeluarkan banyak biaya melalu Youtube channel-nya.

Monday, August 10, 2015

Selalu Ada Surat yang Menunggu untuk Dibaca

Sumber: Goodreads.com
Judul Buku         : Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya
Penulis                : Dewi Kharisma Michellia
Penerbit              : PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Cetakan              : I, Juni 2013
Tebal                  : 240 hal
Rate                    : 5/5



Buku dengan judul yang cukup panjang ini sebenarnya sudah pernah saya baca. Review ini saya tulis ketika saya membaca untuk yang kesekian kalinya, namun sedikit lebih seksama.

Ini merupakan setumpuk surat yang tak pernah sampai. Dari seorang wanita yang terlalu terpaku pada Tuan Alien—sahabatnya, berdua mereka menolak dunia, mengklaim bahwa mereka tidak sama dengan “manusia” lain di bumi. Segala tentang mereka amat mirip, mulai dari bentuk fisik hingga kesukaan. Sampai terucaplah sebuah janji, mereka akan melawan dunia bersama, dalam lingkaran pernikahan.

Wush!

Bak tertiup angin, Tuan Alien menghilang tanpa kabar hingga puluhan tahun. Entah melajang atau tidak “Aku” tak pernah tahu, yang “Aku” tahu, dia tidak ingin siapapun kecuali sahabatnya, Tuan Alien yang menerimanya dan mengerti dirinya. Terlepas dari itu, “Aku” memang tidak memiliki siapa-siapa. Kepada tuan pemilik toko buku langganannya, “Aku” menceritakan semua tentang satu-satunya sahabat yang ia miliki sejak kecil, yang kini bahkan tak ia ketahui keberadaanya. Sampai suatu saat sahabat sekaligus cintanya itu hadir dalam bentuk sebuah undangan pernikahan. Tuan Alien tak lagi menjadi alien-nya. Dari situlah, “Aku” mengawali berpuluh surat-suratnya.

Saturday, March 9, 2013

Aku Udah Senyum, Kamu?

Have you smile today? #spreadhappiness
Assalamualaikum! Hai hai, selamat malam. Gimana minggu pertama Maret? Seberapa sering kalian senyum minggu ini? :D

Tau gak sih, satu senyum dari hati yang paling dalam, bisa ngerubah mood orang yang disenyumin? Contohnya, kemaren nih, waktu pergi sama Papa, ke toko peralatan gitu, kan banyak bawaan, mau gak mau ya nitip barang di tempat yang disediain. Di situ kondisiku udah pegel, suntuk aja gitu. Terus pas mau nitip, Mas-mas yang jaga ini senyumnya oke punya, moodku pun asik lagi. Bukan lebay, bukan. Tapi, gini, aku yang keliling-keliling sama Papa aja suntuk apalagi dia yang ngejogrok di belakang meja penitipan barang berjam-jam, walaupun gitu, dia masih bisa senyum ke customer yang dateng. Siapa coba yang nggak ngerasa baikan disenyumin dengan tulus sama orang yang nggak kita kenal? Ada tuh, di supermarket kalo gasalah, kebetulan antrean kasirnya panjang, mana rata-rata belanjaannya bejibun semua, bayangin aja harus berdiri nungguin Mbak-mbak kasir ngedata barang belanjaan customer satu persatu. Siapa yang nggak suntuk coba. Pas udah giliranku, aku perhatiin aja tuh si Mbak sibuk nyocokin barang di komputer. Seriusan, itu muka nggak lebih enak dari kucing yang mau berantem. Sepet deh pokoknya. Makin suntuk kan? Di"makasih"in juga gak ada ramah-ramahnya, minimal senyum deh-_-

Selain itu, coba deh sekali-sekali iseng senyum ke Mbak-mbak tukang pecel, Mas-mas tukang parkir, tukang rujak, bahkan adek-adek yang di jalan, jamin, sebagian dari mereka bakal ngerasa bersyukur karena masih ada yang sadar sama keberadaan mereka, masih ada yang mau senyum sama mereka. Senyum itukan juga sedekah. Terkadang, kita nggak tau seberapa berat beban yang harus ditanggung orang-orang yang tanpa sengaja berpapasan sama kita. Mungkin dengan senyum yang kita kasih bisa membuat mereka sedikit lebih bersemangat. Apa salahnya menjadi semangat buat orang lain? Tapi, ya jangan senyum-senyum sendiri juga sih. Yang ada malah ngacir, alih-alih semangat.

Kalo aku di sekolah, paling asik itu senyum sama Mas Kawi, yang suka benerin perabot sekolah. Asiknya kenapa? Si Mas itu suka senyum balik yang nggak kalah tulusnya. Silahkan dicoba mulai sekarang buat senyum ke warga sekolah. Satu sekolahan kalo perlu.

Kalau hari ini, alhamdulillah aku banyak senyum. Bukan senyum sih, nyengir yang lebih mendekati ke cengengesan. Gimana nggak cengengesan, ngumpulnya aja sama orang-orang yang kejiwaannya terganggu terus-_- (hehehehe becanda ya, Sodara, muah). Jadi, kami sengaja ngumpul buat ngomongin beberapa masalah, sekalian sharing juga sih. Semua ocehan kami ditutup dengan joget-joget yang lagi heboh sekarang ini. Nggak usah dibilang juga tau kan? Rasanya, luar biasa. Bikin otak seger, bikin makin akrab, bikin makin bersyukur, bikin makin gila juga. Ada gunanya juga punya temen yang sarap. Senyuman hari ini adalah awal minggu Maret yang terbaik!

Nah, kalo udah bisa sering senyum sama orang lain, kenapa harus murung sama keluarga atau bahkan diri sendiri? Pernah nggak ngeliat cermin, terus senyum dari hati, ngasih semangat ke diri sendiri? Aku sih belum nyoba ngeliat cermin. Tapi, kalo sekedar senyum aja, pernah. Mau nyoba nggak? Sebarkan kebahagian dari senyum sederhana! :)

Senyum :)
“Count your age by friends, not years. Count your life by smiles, not tears.” 
― John Lennon

Medan, (still) Room Sweet Room,
Smile!!
T

Thursday, February 28, 2013

Transformasi

“The world as we have created it is a process of our thinking. It cannot be changed without changing our thinking.”
― Albert Einstein

"Da, aku pengen ganti URL blogku."
"Jadi apa?"
"Ini, tinta jingga."
"Kenapa harus jingga?"
"Emmm, kalo langit pagi-pagi itu warnanya jingga, cantik."
"Halah"


Karena sebuah pagi identik dengan hari baru, walaupun dengan rutinitas yang monoton, bukan berarti pengalaman dan momennya akan sama. Buktinya, setiap pagi, warna jingganya beda, polesannya beda, malah kadang gadak warna jingganya sama sekali, mendung. Jadi, kalo hari ini bad day, bukan berarti besok juga bad day. Berlaku juga kebalikannya. Bukannya doain, tapi apa salahnya mempersiapkan diri untuk yang terburruk?

Inget nggak aku sering ngungkit tentang matahari pagi? Kalo udah jam setengah tujuh pagi, matahari yang keliatan dari rumahku seolah-olah lagi ngulet, ngerenggangin otot-ototnya, terpancarlah sinar jingga yang menyebar dari arah timur di sela-sela vihara deket rumah. Aku pribadi sih langsung good mood, dan hari yang baik selalu di awali dengan mood yang baik pula. Siapa coba yang nggak mau sepanjang hari itu senyum terus, bahkan sama ayam yang masih juga nggak bisa terbang ramahnya bukan main?

Rencana sih mau ganti headernya juga. Tapi, entaran deh, tunggu beneran mateng. Yaaah, emang masih nggak jauh-jauh dari bintang terbesar sejagad raya, sih, cuma ya, setidaknya nggak keliatan kalilah. #maksa

Jadi, dengan berubahnya URL blog ini dengan nama yang berhubungan dengan langit pagi yang berarti awal baru, aku harap blog ini nggak terlalu menye-menye kayak sebelumnya, dan bagi kalian yang membaca, semoga aku secara nggak langsung menyentuh hati kalian, dan dengan senang hati merapalkan namaku dalam doa kalian serta mendoakan kebahagianku. #teteupogahrugi

Oiya, ini udah akhir Februari ya? Tahun ini cuma sampe 28 aja kan? Jadi, yak selamat menunda ulang tahun ya buat yang ulang tahun tanggal 29, semoga diberkahi langkahnya. Amin.

Berhubung akhir bulan, sekalian putar balik aja ya~
Oke, ada apa Februari ini?
Ah, Anggi ulang tahun, dan kami dengan bangga menyatakan bahwa semua kejutan yang telah disiapkan dan diharapkan mengejutkan Anggi, GAGAL, gara-gara nggak sengaja ketemu si empunya hari pas di depan rumahnya habis beli mancis buat lilin. Super sekali. Tapi, yak selamat ulang tahun lagi Anggi!

Alhamdulillah, wasyukurillah, pementasan dua putaran kami sukses :') Aduh, terharu program yang sangat menyentuh hati dengan harapan bisa go national. Amin. Ulang tahun Temuga juga diadain di hari yang sama, tepatnya setelah pementasan putaran pertama, yang siang. Leganya bukan main, nggak nyangka sanggup hehehehe. Dan, yak selamat ulang tahun lagi Temuga!

Yaah, adalah beberapa "hiasan" yang....ah gitu deh *tersipu-sipu menjijikkan* Pokoknya, Februari ini sebuah anugerah yang luar biasa. Terima kasih untuk semuanya!

Medan, di bawah bintang glow in the dark, dalam jarak terjun air hujan
Love,

T

Monday, February 25, 2013

Letting Go

Moving on is not just forgetting, but also letting go. Letting go of the person who used to meant the world to you. Letting go of the person you gave your heart to. Letting go of the person you love the most. Letting go of the person who said would never leave. Letting go of the person who said would stay.

Bagaimana kalau tiba-tiba kenangan menyerangmu seperti kawanan kuda yang baru dibebaskan dari istalnya? Kemungkinanmu selamat dari terjangannya sangatlah kecil. Pahit memang menyadari semuanya sudah tidak punya arti apa-apa. Hari yang telah lalu hanya cerita. Tak peduli setahun pertemuan telah berlalu, cerita hanyalah cerita. Cerita nyata yang terasa layaknya ilusi. Tidak akan pernah ada "nanti" yang terjadi. "Kalau" hanyalah "kalau". Iming-iming manis sebagai hiasan.

“It hurts to let go. Sometimes it seems the harder you try to hold on to something or someone the more it wants to get away. You feel like some kind of criminal for having felt, for having wanted. For having wanted to be wanted. It confuses you, because you think that your feelings were wrong and it makes you feel so small because it's so hard to keep it inside when you let it out and it doesn't coma back. You're left so alone that you can't explain. Damn, there's nothing like that, is there? I've been there and you have too. You're nodding your head.” 
― Henry Rollins, The Portable Henry Rollins

Sunday, February 24, 2013

“Love looks not with the eyes, but with the mind.”
― William Shakespeare, A Midsummer Night's Dream
Ini gambarnya pake spidol di lantai kamar :p

Wednesday, February 20, 2013

Wonder―Don't Judge A Boy by His Cover

“Jadi, kalau begitu alam semesta adalah sebuah undian lotere raksasa, ya kan? Kau membeli sebuah tiket saat dilahirkan, dan itu benar-benar acak, entah kau mendapatkan tiket yang bagus atau jelek. Semua itu hanya keberuntungan. 
Kepalaku berputar memikirkannya, tapi setelah itu ada pikiran lembut yang menenangkan, seperti interval rendah pada sebuah nada utama. Tidak, tidak, itu tidak acak. Seandainya memang sepenuhnya acak, alam semesta akan menelantarkan kita seutuhnya, dan alam semesta tidak menelantarkan kita. Alam semesta menjaga makhluk ciptaan paling rapuh dengan berbagai cara yang tidak bisa kita lihat. contohnya dengan orang tua yang memujamu secara membabi buta. Dan seorang kakak perempuan yang merasa bersalah karena bersifat manusiawi terhadapmu. Dan seorang anak bersuara berat yang ditinggalkan teman-temannya karenamu. Dan bahkan seorang cewek berambut pink yang membawa fotomu di dalam dompetnya. Mungkin memang sebuah lotere, tapi pada akhirnya alam semesta membuat semuanya impas. Alam semesta menjaga semua burungnya.” ― Justin, Wonder (pg. 277)
 “'Apa orang-orang masih terlihat sama saat ada di surga?'
'Entahlah. Kurasa tidak.' 
'Kalau begitu, bagaimana orang-orang saling mengenali?'
'Aku tak tau, Sayang.' Mom kedengaran lelah. 'Mereka hanya bisa merasakannya. Kau tak membutuhkan mata untuk mencintai, ya kan? Kau hanya merasakannya di dalam dirimu. Seperti itulah keadaan di surga. Itu hanya cinta, dan tidak ada seorang pun yang melupakan orang yang mereka cintai.'” ― Mom to August, Wonder (pg. 309)
“Sebenarnya aneh juga, bagaimana kau bisa mengalami malam terburuk dalam hidupmu, tapi bagi orang lain itu hanya malam yang biasa.” ― August, Wonder (pg. 374)
“Tapi cara terbaik untuk mengukur pertumbuhan kalian bukan menggunakan inci atau jumlah putaran lari yang sekarang bisa kalian lakukan di lapangan, atau bahkan nilai rata-rata kalian―meskipun tentu saja semua itu memang penting. Melainkan apa yang sudah kalian lakukan dengan waktu kalian, bagaimana kalian memilih cara menghabiskan hari-hari kalian, dan siapa saja yang sudah tersentuh oleh kalian tahun ini. Itu menurutku, adalah pengukuran sukses yang paling hebat.” ― Mr. Tushman, Wonder (pg. 408)
Hai, selamat malam! Hari ini aku mau bahas Wonder, novel terjemahan karya R.J. Palacio. Novel ini mengisahkan tentang seorang bocah laki-laki bernama August Pullman yang menderita Mandibulofacial Dysostosis. Jadi, penyakit ini perbandingan terjangkitnya kira-kira satu banding empat juta. Kalau penasaran, bisa tanya Mbah Google, sok atuh.

Menjadi seorang August dengan kondisi seperti itu sama sekali bukan hal yang mudah. August ini awalnya tidak pernah sekolah di tempat umum, dengan kata lain dia home schooling sama orangtuanya. Karena, menurutnya, apa yang terjadi pada wajahnya akan menjadi kendala, melihat apa yang sudah terjadi pada banyak orang yang baru pertama kali melihatnya. Kebanyakan akan menjerit histeris seolah-olah baru melihat alien atau makhluk menyeramkan lainnya. Sepanjang masa kanak-kanaknya sebelum sekolah, August yang lebih sering disapa Auggie ini punya teman dekat bernama Christopher yang tidak memiliki masalah dengan hal itu, tapi, tokoh Christopher ini tidak terlalu sering muncul ataupun berdialog. Selain itu dia juga mempunyai keluarga yang peduli dan menyayanginya dengan tulus.

Namun, tanpa sepengetahuannya, orangtua Auggie mendaftarkannya di sekolah umum yang berbeda dengan sekolah Via, kakaknya. Setelah mendapat penjelasan, Auggie mau mencoba dengan syarat dia bisa berhenti kapanpun dia mau. Auggie mengalami masa-masa sulit pada awal tahunnya. Meskipun dia memiliki beberapa teman yang ditugaskan kepala sekolah untuk menemaninya―Jack, Charlotte, Julian, tetap saja tidak semua orang mau berteman ataupun dekat-dekat dengannya, seakan-akan kalau mereka tanpa sengaja menyentuhnya, orang itu akan terjangkit penyakit yang sama keesokan harinya. Hanya Summer dan Jack yang tetap mau berteman dengannya saat semua orang enggan dekat-dekat dengan Auggie.

Tapi, semua hal itu tak lantas membuat Auggie benar-benar menyerah, walaupun sebenarnya dia hampir menyerah. Auggie melewatinya dengan santai dan menganggap semuanya adalah hal yang biasa dia jumpai. Ya, Auggie memang terbiasa berpura-pura tidak melihat ekspresi orang-orang saat melihatnya, dia terbiasa mendengar desas-desus yang terjadi di belakang kepalanya. Dia ahli dalam hal itu.

Seiring berjalannya waktu, Auggie menemukan teman-teman yang bersedia membantu dan melindunginya. Dia merasa sangat beruntung karena hal itu.

Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari buku ini. Bagaimana seharusnya kita mensyukuri nikmat Tuhan pada diri kita. Bagaimana harusnya kita memliki semangat seperti Auggie. Auggie adalah bocah hebat yang bisa bertahan dalam lingkungan sekolah yang mulanya tidak bersahabat dengannya. Dia sukses melewatinya tanpa harus benar-benar menyerah.

Oh, iya, Auggie memasuki kelas bahasa Inggris yang diajar oleh Mr. Browne yang meminta mereka untuk membuat pedoman hidup mereka sendiri. Pedoman-pedoman itu yang kemudian akan menyanggah kita pada apa yang ingin kita raih dan bisa menjadi pondasi yang cukup kokoh apabila kita benar-benar menjiwainya.

PEDOMAN KARTU POS AUGUST PULLMAN
Seharusnya semua orang di dunia ini mendapatkan sorak sorai penghormatan setidaknya satu kali dalam hidupnya, karena kita semua berhasil menghadapi dunia.

Semoga ini bisa menginspirasi kita, dan kalau singgah ke toko buku, jangan sungkan-sungkan untuk langsung mencari dan membawanya ke kasir!


Medan, ruang tamu banyak nyamuk
Selamat membaca!

TS

Monday, February 18, 2013

Komburita


“Always bear in mind that your own resolution to succeed is more important than any one thing.” 
― Abraham Lincoln
Assalamualaikum! Tidak ada yang lebih menyenangkan selain ngelewatin satu program!! Alhamdulillah Komburita sukses untuk yang kedua dan yang ketiga kalinya. Terima kasih atas doa dan dukungannya, pementasan kami gak ada apa-apanya tanpa doa dan dukungan para alumni, penonton dan semua yang terlibat di dalamnya, baik pelatih, pembina, pengurus, koordinator sama anggota lainnya.

Ternyata kita bisa menggemparkan Taman Budaya sekali lagi. Rasanya, antara terharu sama gak nyangka kalo mampu hehehehe. Pementasan kali ini sekaligus menyambut hari jadi Temuga yang ke 14 tahun. Kira-kira masih SMP lah, bentar lagi SMA.

Jadi, inilah keluarga Komburita, ada sang Raja, Liu-liu, Ibu Suri, Mentri, Peramal, Guru, Rakyat, Hulubalang, Penari, Leka, Dayang-dayang, dan Dukun.

Komburita
Setelah salam teater yang terakhir rasanya lega, seneng karena bisa lancar. Ternyata tidak terlalu mengecewakan. Ya, moga aja bisa lanjut ke tahap nasional. Amin.

4 hari pulang malam terbayarkan sudah. Sebenernya, yang buat semangat dipanggung itu tetep ada adalah semangat dari penonton. Kalo penontonnya meriah, pasti langsung seger hahahaha

Di sini aku jadi guru darah Batak, tapi marganya nama penyakit alih-alih marga Batak. Nyedihin memang ya-_-. Aku sama Ririn berdua jadi guru, bedanya Ririn darah Jawa. Kami bantu Hulubalang nyari tempat persembunyian Leka supaya bisa nemuin calon istri si Raja, Liu-liu. Kami berasa Dora versi teatrikalnya.

Guru beserta peta :P
Terima kasih untuk yang sudah meluangkan waktunya buat nonton pementasan kami ini. Semoga kita bisa mempertahankan Taman Budaya beserta kreasi di dalamnya.

Dan, selamat ulang tahun untuk Temuga yang ke 14 tahun. Semoga tetap bisa menjadi Teater Pelajar di jalan yang benar, semoga kita bisa tetap bertahan dalam kondisi yang paling parah sekalipun. Semoga silaturahmi antar anggota dan alumni bisa tetap terjaga.

Akakis!!
“You’re not obligated to win. You’re obligated to keep trying. To the best you can do everyday.” 
― Jason Mraz
Medan, 18 Februari 2013
Seragam masih melekat di badan,
Salam budaya,

TS

Monday, February 11, 2013

Hari Anggi

“Friendship is born at that moment when one person says to another: "What! You too? I thought I was the only one.” 
― C.S Lewis

Perkenalkan, nama perempuan macho ini Anggi Fitriani Batubara, dulu pas kenalan, panggilannya Anggi, terus berubah jadi Gonggi, kadang Anggek, terus pas SMA jadi Bebe, kadang juga dipersingkat jadi Bek, sekali-sekali Bey, tapi di antara semua nama panggilan tersebut, lebih enak manggil dia "Lek". Kenapa aku menyebutnya perempuan macho? Karena cerita punya cerita, dia terlahir sebagai seorang perempuan, yang kemudian seiring dengan berjalannya waktu, aku rasa jiwa perempuannya mulai memberontak dan berevolusi menjadi sedikit lebih macho. Jadilah, Bebe sang perempuan macho. Dari marganya aja kita udah tau, kalau dia jelas bukan orang Jawa yang kemayu. Terkadang wedok satu ini berbicara dengan level volume setara band aliran hardcore, karena emang selera musiknya begitu, kadang aku malah ngira dia lagi denger orang masuk angin (maaf ya, para pecinta musik). Mohon dicatat, cara bicara makhluk satu ini cukup menular ya buat aku. Aku bisa jadi sangat "Medan", if you know what I mean. Satu lagi, dia juaranya ketawa. Dahsyat, bo'.

Awal kenalan dulu gimana ya? Ah, gini, waktu itu kalo gak salah kelas 1 SMP, kebetulan kami nggak sekelas, aku 7-2, dia 7-6, kelasnya di gedung depan. Dia itu temen sekelasnya Ririn sama Asha, jadi pas aku di kantin, dia sama Ririn lagi di situ juga, aku lupa gimana kalimat awalnya, pokoknya temenku ada bilang, "Eh, Rin, kembarannya ya?", nunjuk ke Bebe. Ntah bagaimana ceritanya, tapi angin membawa kami ke tukaran-nomor-hp-momen. Aku yang pertama sms dia kalo nggak salah isinya, "Gonggi, ini Tias. Inget kan?". Dulu itu lagi heboh-hebohnya send all sms gak penting. Jadilah kami menjadi gak penting sama-sama. Makin lama, kami makin akrab, tapi (alhamdulillah) tidak pula menjadikan kami pasangan sesama jenis.

Dari pertama kali kenal sampe sekarang, kami nggak pernah sekalipun satu kelas, waktu kelas 8, aku di 8-1, dia di 8-2, kelas 9, aku di 9-1, dia 9-3, terus sekarang aku di SMAN 3, dia HARSA. Ekskul pas SMP juga gak sama, aku Pramuka, dia Musik. Tapi, ya gitu insyaAllah tetep keep in touch satu sama lain, walau pun sekali ngobrol kayak ibu-ibu nawar kain di Petisah. Recok. Di mulai dari kelas 9 kami sering pulang naik becak bareng, awalnya sih gara-gara pengen cerita sambil jalan pulang, pertama ke rumah Bebe dulu baru ke rumahku biar ceritanya lama. Padahal kalo dipikir-pikir, rumahku kemana rumah dia kemana. Acara ngegossip di becak pun jadi ritual sepulang sekolah. Apa aja diceritain, biasalah, anak SMP, lagi labil-labilnya. Tukang becak pun jadi pendengar setia cerita kami.

Biasanya, sebelum pulang, kami suka makan di SD Pertiwi, kadang bakso, mi ayam bakso, atau nggak mi Bu Ila. Kalo dia makan bakso atau mi ayam, jangan tanya cabe ijonya berapa sendok. Itu kuah dari bening sampe ijo pekat. Minumnya sih biasa Pop*** rasa sirsak (sensor sikit gakpapa deh ya *gaya*). Belakangan dia juga heboh tereak-tereak kangen bakso kojek jajanan SD-_-

Yang buat enak ngomong sama Bebe itu, kalo kita lagi cerita yang awalnya adalah cerita mengharu biru menyayat hati, tiba-tiba dia memotong dan merubah cerita tersebut jadi cerita yang bikin sakit perut gara-gara ketawa alih-alih nangis bombay. Dia juga kalo nyeritain cerita aliran action (re: berantem), nggak ada serem-seremnya. Selain itu, kalo diajak curhat, jamin, nasihatnya gadak duanya. Ampuh menyadarkan dan naik darah perkara dimaki habis-habisan sekaligus diledekin setengah idup. Sampe sekarang, bakat ngemaki sama ngelecenya itu nggak ilang. Doi ngomong gak pernah muluk-muluk, ya kalo mau ngatain orang dablek, yaudin, di-dablek-in itu manusia.

Pokoknya jarang deh ada perempuan macho yang kayak wayer kesiram air/korslet, kayak Bebe.

Catatan untuk yang belum menjadi wanita seutuhnya:
Hai, adinda kunyukku Anggi, lama tak bersua. Tak taukah dirimu aku merindukanmu? (Ngejijiin ya? Etapi, kok gak menyentuh kayak biasanya ya?)

Selamat berkurang kontrak hidup yang ke 16 kalinya ya, Be. Jauh jarak sekolah bukan berarti kita jauh ya. Kita masih bisa kok cerita-cerita kayak masa-masa SMP dulu. Tapi, perlu juga kayaknya kita pulang berdua lagi. Aku lupa rasanya kita berbagi cerita keluh kesah gundah gulana haru biru menyayat hati dari pertama naik becak sampe akhirnya terpaksa berhenti di depan gerbang rumahmu, dan kemudian kita melambaikan tangan tak rela harus berpisah kala itu (asli, lebay).

Kurang unyu apa aku mengenang masa-masa romantis kita dulu? (hakcuih!) Jadi, have a great 16th, honey, bunny, sweetie, unyukunyuk kupret!! Semoga semua mimpi dan cita-citamu tercapai dengan cara yang halal, amanah dan juga barokah. Semoga makin macho dan menjadi wanita seutuhnya (nahloh). Kita perempuan super!
Anggi 2010
Anggi (kiri) 2011

Biarpun kejutannya failed, yang penting sensasinya! #ogahrugi. :*
“Friendship is the hardest thing in the world to explain. It's not something you learn in school. But if you haven't learned the meaning of friendship, you really haven't learned anything.” 
― Muhammad Ali
Medan, harinya Bebek
11 Februari 2013

Lots of love,
Tias

Sunday, February 10, 2013

Merajut Mimpi

Hai, selamat pagi, selamat hari Minggu!

Semalam dapat kiriman buku dari Mbak di Jogja tentang panduan akademik gitu. Setelah liat isinya agak ter-wah-wah. Ternyata materinya nggak sedikit. Coba ngeliat ke Pertanian, eh kok ada fisikanya, emang nanem toge harus pake momentum sudut ya? Ilmu Budaya sama Komunikasinya bikin ngiler HAHAHA tapi ntar repot, duh derita.

Panduan Akademik 2009, Program Sarjana
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Cita-citaku apa juga belum jelas, jadi gimana mau mantepin kedepannya, yakan? Tapi, untuk yang satu ini harus yakin, kalo gak kesampean ya mungkin emang nggak rejekinya di situ. Ada magnetnya sih yang narik kesitu :p Ah, udah ah hahaha


Oh iya, tadi pagi ada gethuk, terus Mama bilang gini "Dek, ini makan, ntar di Jawa kamu makannya ginian semua.", amin deh amin, bukan amin makan itu, tapi, amin ke Jawanya :p

Tapi, bener, pengennya kesitu, berarti mulai sekarang harus dipersiapin nilai sama ilmunya. Kalo nggak gitu pasti kedepannya kalang kabut. Ternyata ini yang dirasain anak kelas tiga.....

Harus mulai belajar mandiri supaya ntar nggak repot tinggal sendiri di sana. Sedih ya kalo ngebayanginnya. Udah terbiasa tinggal sama Mama, ntar kalo sendiri gimana? Aduh, nggak kebayang deh. Yah, semoga aja bisa nyampe ke sana, dan nyusul Mbak yang udah lebih dulu merantau.

Semangaaattt!! *pasang ikat kepala*
“The future depends on what you do today.” 
― Mahatma Gandhi
 Medan, pagi sejuk
Cheers,

TS

Saturday, January 19, 2013

Creating Memories


Katanya, waktu bisa meluruhkan sesuatu yang telah lama dipertahankan. Tapi, nyatanya waktu hanya membuat semuanya terasa lama dan mengisi hari dengan kenangan baru untuk kemudian menggantikan kenangan lama.

Kami bertiga mulai menjalin pertemanan sejak duduk di kelas 8 SMP, kira-kira tepat 3 tahun yang lalu. Dulu, kami masih berseragam putih-biru. Sekarang, lihat kami, kami sudah menggunakan seragam putih-abuabu, dan setahun lagi kami akan menanggalkan seragam SMA ini dan menggantinya dengan almamater Universitas pilihan kami kelak. Dulu, kami melakukan hal bersama-sama, karena kebetulan kami duduk di kelas yang sama. Bahkan, kami sepakat untuk mengunakan foto yang sama sebagai profile picture di Facebook.

Seperti halnya hubungan pada umumnya, pertemanan kami tidak semulus permukaan kaca. Kami menghadapi berbagai kerikil yang memecah. Tapi, kerikil itulah yang mendewasakan kami, memperlihatkan kami tentang apa yang seharusnya dilakukan dan tidak dilakukan. Kerikil yang membuat kami enggan untuk mengulang kesalahan yang sama.

Kelas yang terpisah membuat kami harus bertahan sekuat tenaga supaya pertemanan ini tetap ada. Berusaha menjalin komunikasi satu sama lain. Menyempatkan diri untuk sekedar bertukar sapa, entah itu di dunia nyata maupun di dunia maya. Menurutku kami hebat. Di tengah usaha kami untuk menggapai mimpi, kami mencoba bertahan. Mimpi yang mungkin akan merentangkan jarak di antara kami nantinya.

Hari ini adalah kali pertama kami bersama setelah entah berapa lama. Kami mengabadikan kebersamaan kami dalam beberapa jepretan. Kerinduan yang menyeruak menghasilkan pose aneh kami. Sebelum nantinya kami akan terlalu jauh untuk sekedar menatap muka.

Teruntuk, Luh Vennasa Virginia Saraswati a.k.a Asha,

Sha, perbedaan keyakinan tidak membuat kita bertiga menjadi teman yang aneh. Tapi, hebat karena bisa klop dengan perbedaan yang ada. Dirimu yang cemerlang dengan segala mimpi yang menuntunmu menjadi orang hebat terkadang membuatku merasa jauh di bawah. Tak jarang, aku merasa malu saat harus berdampingan dengan orang yang menjadi kebanggaan guru. Makanya, aku lebih memilih untuk diam, daripada mempermalukanmu.

Sha, jangan biarkan waktu merenggut apa yang kita punya selama 3 tahun ini. Semua masalah yang kita hadapi, membuat pertemanan kita lebih berarti.

Semoga dirimu benar-benar akan menjadi salah satu mahasiswi UNDIP satu tahun lagi. Amin.

Dan teruntuk, Tamara Balqis Nasution a.k.a Tama,

Tam, tempat yang berbeda bukan berarti kita harus jauh karenanya. Tempat yang berbeda memperbanyak cerita yang kita alami. Membuat kita melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda, baik sebagai aku, Asha, maupun sudut pandangmu sendiri. Sama seperti Asha, dirimu cemerlang, dengan mimpi yang konsisten membuatku tidak ada apa-apanya.

Tam,  jangan biarkan waktu merenggut apa yang kita punya selama 3 tahun ini. Semua masalah yang kita hadapi, membuat pertemanan kita lebih berarti.

UI menunggumu sebagai mahasiswi di dalamnya satu tahun lagi. Amin.

Terima kasih untuk kenangan yang baru. Semoga kita bisa bertahan sampai cucu kita nanti bertemu.

“Silence make the real conversations between friends. Not the saying, but the never needing to say that counts.” 
― Margaret Lee Runbeck
Sabtu, 19 Januari 2013, 07.00 pm
Masih di Medan

TS

Friday, December 28, 2012

Be Proud of Being A Reader

Just found this quote in someone's profile on Goodreads, and I was like "wow".
“You should date a girl who reads.Date a girl who reads. Date a girl who spends her money on books instead of clothes, who has problems with closet space because she has too many books. Date a girl who has a list of books she wants to read, who has had a library card since she was twelve.

Find a girl who reads. You’ll know that she does because she will always have an unread book in her bag. She’s the one lovingly looking over the shelves in the bookstore, the one who quietly cries out when she has found the book she wants. You see that weird chick sniffing the pages of an old book in a secondhand book shop? That’s the reader. They can never resist smelling the pages, especially when they are yellow and worn. 

She’s the girl reading while waiting in that coffee shop down the street. If you take a peek at her mug, the non-dairy creamer is floating on top because she’s kind of engrossed already. Lost in a world of the author’s making. Sit down. She might give you a glare, as most girls who read do not like to be interrupted. Ask her if she likes the book. 

Buy her another cup of coffee. 

Let her know what you really think of Murakami. See if she got through the first chapter of Fellowship. Understand that if she says she understood James Joyce’s Ulysses she’s just saying that to sound intelligent. Ask her if she loves Alice or she would like to be Alice. 

It’s easy to date a girl who reads. Give her books for her birthday, for Christmas, for anniversaries. Give her the gift of words, in poetry and in song. Give her Neruda, Pound, Sexton, Cummings. Let her know that you understand that words are love. Understand that she knows the difference between books and reality but by god, she’s going to try to make her life a little like her favorite book. It will never be your fault if she does. 

She has to give it a shot somehow. 

Lie to her. If she understands syntax, she will understand your need to lie. Behind words are other things: motivation, value, nuance, dialogue. It will not be the end of the world. 

Fail her. Because a girl who reads knows that failure always leads up to the climax. Because girls who read understand that all things must come to end, but that you can always write a sequel. That you can begin again and again and still be the hero. That life is meant to have a villain or two. 

Why be frightened of everything that you are not? Girls who read understand that people, like characters, develop. Except in the Twilight series. 

If you find a girl who reads, keep her close. When you find her up at 2 AM clutching a book to her chest and weeping, make her a cup of tea and hold her. You may lose her for a couple of hours but she will always come back to you. She’ll talk as if the characters in the book are real, because for a while, they always are. 

You will propose on a hot air balloon. Or during a rock concert. Or very casually next time she’s sick. Over Skype. 

You will smile so hard you will wonder why your heart hasn’t burst and bled out all over your chest yet. You will write the story of your lives, have kids with strange names and even stranger tastes. She will introduce your children to the Cat in the Hat and Aslan, maybe in the same day. You will walk the winters of your old age together and she will recite Keats under her breath while you shake the snow off your boots. 

Date a girl who reads because you deserve it. You deserve a girl who can give you the most colorful life imaginable. If you can only give her monotony, and stale hours and half-baked proposals, then you’re better off alone. If you want the world and the worlds beyond it, date a girl who reads. 

Or better yet, date a girl who writes.” 
 ― Rosemarie Urquico

So, I'm a reader and also am an amateur writer, will you date me, eh?

Monday, November 26, 2012

10 Menit untuk Masa Depan

Akhirnya, tugas untuk nilai ujian Conversation kelar. Baru punya waktu hari ini, dan langsung terjun ke pusat perbelanjaan ternama di Medan demi berburu "bule". Bukan, bukan Bule' Yati, Bule' Tumiyem, atau Bule'-bule' yang lain. Tapi, native speaker. Setelah beberapa menit berputar, berhentilah kami di depan sebuah coffee shop, sekedar mengintip buruan. Ada. Sendirian. Bagus. Berbasa-basi sejenak, kemudian menanyakan pertanyaan standar. Aslinya manusia USA. Ternyata eh ternyata, seorang guru sekolah tinggi swasta di daerah Gatsu. Tau gitu nggak perlu ribet-ribet cuap-cuap bicara bahasa Inggris. Tidak butuh waktu yang lama bagi kami untuk berbincang, karena dia pun hanya menjawab sekenanya. Tidak mencapai batas waktu yang kami inginkan. Oke, yang satu ini dijadikan cadangan saja.

Setelah berunding dengan anggota yang lain, kami sepakat untuk berburu lagi. Setelah berulang kali naik-turun eskalator, mondar-mandir, celingak-celinguk, masih belum ketemu. Susah memang menemukan orang asing di tempat yang strategis untuk di wawancarai. Beberapa dari mereka duduk di dalam restoran yang cukup mahal, kami pun berpikir ulang, mana mungkin masuk hanya sekedar untuk wawancara tanpa memesan salah satu dari menu mereka. Bisa dikira kurang ajar, terus diusir. Kami memilih diam dan memperhatikan. Sebenarnya, ada 2 orang asing di dekat tempat kami berdiri. Ayah dan anaknya. Tapi, tidak, terima kasih. Mukenye sangar bos. Lebih baik cari jalan amannya saja.

Kami kembali berkeliling. Oke, dapat. Kali ini sudah cukup berumur. Laki-laki, di kelilingi Ibu-ibu Indonesia sekitar 3 orang. Kami mengikuti mereka untuk mencari tempat yang pas untuk dijadikan tempat berbincang. Namun, kami lebih terlihat seperti penguntit dibandingkan siswa yang berusaha menyelamatkan masa depannya. Berhentilah beliau di depan book store di pusat perbelanjaan tersebut. Setelah bergelut dengan pikiran masing-masing, kami nekat mengganggu ketenangan "bule" yang kami targetkan sejenak. Kami berbicara pada salah satu dari Ibu-ibu tadi yang tetap tinggal bersama target kami, selagi 2 lainnya ngeloyor pergi menyelamatkan diri dari sergapan 6 anak SMA yang masih berseragam batik. Setelah menjelaskan maksud dan tujuan kami mengganggu mereka, kami meminta izin untuk mencuri 10 menit dari waktu yang mereka punya. Mereka setuju. Bagus. Mereka tidak tau kalau mereka telah menyelamatkan 6 anak muda Indonesia dari masa depan yang suram.

Beliau seorang Belanda. Datang untuk mengunjungi keluarganya di sini. Kami beruntung bisa bertemu dengan orang yang mau berbagi pengalaman dengan anak SMA yang berisik seperti kami. Di sela-sela jawabannya, beliau bercerita dan saya menangkap beberapa kesan dan pelajaran. Beliau mengatakan, dia menyukai anak muda Indonesia seperti kami, yang ramah dan mau berbicara kepada orang asing. Karena, di beberapa negara yang dia ketahui, tidak ada orang yang mau sekedar menoleh untuk membalas sapaan, tidak seperti orang Indonesia. Beliau juga mengatakan bahwa kami adalah aset negara. Dengan senyumnya dia berkata kepada setiap dari kami, "For you all, he could be a President, she could be a President.", dan pada saat melihat ke arah saya, dia menepuk pundak saya, dan berkata sekali lagi, "and you, also could be a President.". Secara tidak langsung, beliau mengatakan bahwa setiap anak muda di Indonesia memiliki potensi menjadi pemimpin.

Yang membuat saya tergelak adalah ketika kami menanyakan tentang tempat di Medan yang menjadi favoritnya. Na'as sekali, beliau menjawab tidak tau, karena selama beliau berkunjung ke  Medan, dia tidak menemukan taman yang indah, tempat bagi turis untuk dikunjungi, yang ada hanya tempat perbelanjaan seperti tempat kami berjumpa tadi. Setelah saya pikir, memang sedikit tempat yang saya ketahui bisa menjadi daya tarik turis mancanegara seperti beliau. Hanya beberapa tempat seperti di kawasan Kesawan. Namun, beliau tau tentang tari tradisional Batak. Kesan yang didapatnya sangat bagus, dia menyukainya karena gerakan tari yang lembut dan unik, beliau menikmatinya saat berkunjung ke Toba.

Tidak hanya itu, dia juga berpesan kepada kami untuk terus mengasah kemampuan berbahasa kami. Karena, dengan berbahasa bisa membawa kita kemana saja, berbicara dengan siapa saja. Dia benar.

Selama 10 menit itu, banyak pelajaran yang yang bermanfaat bagi kami. Memberikan kami gambaran tentang pandangan turis mancanegara mengenai kota yang saya tinggali selama belasan tahun ini, dan 10 menit yang dia luangkan telah menyelamatkan kami dari ancaman tidak lulus mata pelajaran yang bersangkutan yang bisa mempengaruhi rata-rata nilai dan berpengaruh untuk seterusnya. Untuk saat ini, kami aman.

Thank you for your time, Sir. We glad to met you.
*saya akan merampungkan cerita ini setelah mendengarkan kembali wawancara kami.

Catch your dream, Young People!
Love,
T

Saturday, October 27, 2012

Semakin lama kita menghabiskan waktu bersama orang yang kita cintai, semakin sedikit kita merasa mengenalnya.—In the end, even your loved ones are strangers. - (Hanny Kusumawati)

Setiap pilihan punya konsekuensi yang harus ditanggung. Dan kita, kita sudah bukan anak-anak lagi. - (Hanny Kusumawati)

Tidak ada rasa yang lebih menyakitkan daripada ditinggal pergi tanpa kabar, tanpa tahu apa salahku. Rasa dicampakkan lebih mengiris daripada kehilangan itu sendiri. - (Ainun Chomsun)

Biarlah hidup berjalan mengikuti irama matahari, mengalir bersama takdir. Mungkin di salah satu tikungan kita akan bertemu lagi. - (Ainun Chomsun)

Dalam kesedihan dan kearifannya, waktu adalah teman yang baik. - (Ndoro Kakung)

Boleh saja kau mengutuk semua kenangan sebagai kesalahan. Tapi, hendaknya kau jangan sampai lupa bahwa kita memang harus terus mencari bagaimana sebaiknya menjadi benar. - (Ndoro Kakung)

Sunday, July 24, 2011

Kata-kata Punya Kekuatan

Saya sudah mengingat kata-kata itu semalaman. Kata-kata yang meyakinkan saya kalau saya tidak lemah, kalau saya mampu, kalau saya punya kekuatan di dalam diri saya, dan kata-kata yang membuat saya yakin pada diri saya.Kata-kata itu keluar dari seseorang yang tidak saya kenal sebelumnya, dan ada sebagian dari hati saya yang mengatakan kalau saya bisa mempercayainya. Dan saya percaya. Dia mengatakan kalau saya punya kemampuan, dia meraih saya saat saya nyaris jatuh, dia mendengarkan saya, dia tidak berusaha menjatuhkan saya. Dia mengatakan kalau saya tidak perlu mempedulikan apa yang orang katakan tentang saya, karena belum tentu mereka bisa lebih baik dari saya. Dia mengatakan saya harus tetap tersenyum, dengan siapapun, baik teman ataupun orang yang membenci saya. Saya tidak merasakan adanya topeng yang dipakai, saya tidak merasakan adanya kepura-puraan.
Inilah yang saya butuhkan dari awal. Saya hanya ingin didengarkan, dan saya tidak menemukan orang yang sudi mendengar keluhan saya yang terlalu kekanak-kanakan.
Saya sangat berterima kasih karena Tuhan telah berbaik hati mengenalkan orang seperti itu pada saya. Dan saya juga berterima kasih padanya. Saya tidak akan bisa bangkit dengan tangan saya sendiri, dan dia mengulurkan tangannya untuk saya. Dia memiliki pribadi seorang abang yang saya butuhkan. Saya akan berusaha untuk menanamkan kata-kata itu dalam diri saya.

Saya-bukan-orang-lemah.

Ini hanya sebuah tulisan, tulisan yang...yaah mungkin sedikit mengganggu. Tapi, terimakasih kalau anda sudah mau membaca.

Monday, July 4, 2011

Chicken Soup for the Teenage Soul - Jack Canfield, Mark Victor Hansen, Kimberly Kirberger

"Segala macam hubungan antarmanusia itu mirip pasir dalam genggamanmu. Jika berada pada telapak tangan yang terbuka, pasir itu akan tetap pada tempatnya. Namun jika kau kepalkan tanganmu erat-erat untuk mempertahankannya, pasir itu akan menyembur melalui sela-sela jemarimu. Mungkin ada yang tersisa dalam tanganmu, tapi kebanyakan akan jatuh. Pacaran adalah seperti itu. Kalau dipertahankan dengan longgar; dengan saling menghormati dan membebaskan orang lain, hubungan cinta itu akan tetap utuh. Tapi jika digenggam terlalu erat, terlalu memiliki, maka hubungan cinta itu akan terlepas dan hilang." - Kaleel Jamison, The Nibble Theory

"Kita tak pernah kalah karena mencintai seseorang. Kita selalu kalah karena tidak berterus terang." - Barbara DeAngelis

"Hanya dengan mata hatilah kita bisa melihat sesuatu dengan benar." - The Little Prince

"Ada orang yang masuk ke dalam hidup kita dan berlalu dengan cepat. Ada yang tinggal beberapa lama dan meninggalkan jejak dalam hati kita. Dan diri kita pun tak akan pernah sama seperti sebelumnya." - Sumber tidak diketahui

"Bersenang-senanglah. Hari-hari ini adalah hari-hari yang akan kita rindukan di tahun-tahun mendatang." - Anonim

"Keluarga—gurita tersayang dan kita tak dapat benar-benar terlepas dari tentakelnya, namun dalam lubuk hati kita, kita tak pernah benar-benar ingin lepas." - Dodie Smith

"Keluarlah dari bawah selimut pelindung, dari balik tembok-tembok yang kaku dan kepribadian yang menyesakkan, dan tariklah napas kehidupan." - Sarah J. Vogt

"Pertama-tama katakan pada dirimu apa yang akan kau raih, lalu lakukan apa yang perlu kau lakukan." - Epictetus

"Kalau Tuhan dapat bekerja melalui saya, Dia dapat bekerja melalui siapa saja." - St. Fransiskus dari Assisi

"Berbaik hatilah, karena semua orang yang kau temui sedang berjuang dalam pertempuran yang lebih sulit." - Plato

"Hadiah terbesar adalah bagian dirimu." - Ralph Waldo Emerson

"Kalau kau ingin dicintai, cintailah orang lain dan jadilah orang yang dapat dicintai." - Benjamin Franklin

"Ia memberitahuku bahwa semua orang, tak peduli mereka tampak semapan apa pun, setua atau semuda apa pun, sekaya atau semiskin apa pun, memerlukanku." - The Speaker's Sourcebook

"Anda tak pernah tahu kebahagiaan yang ditimbulkan oleh kebaikan hati." - Bree Abel

"Yang penting dalam hidup ini adalah cara kita saling memperlakukan satu sama lain." - Hana Ivanhoe

"Namun, hidup adalah tentang siapa yang kau cintai dan kau sakiti. Tentang bagaimana perasaanmu tentang dirimu sendiri. Tentang kepercayaan, kebahagiaan, dan welas asih. Hidup adalah tentang menghindari rasa cemburu, mengatasi rasa tak peduli, dan membina kepercayaan. Tentang apa yang kau katakan dan yang kau maksudkan. Tentang menghargai orang apa adanya dan bukan karna apa yang dimilikinya. Dan yang terpenting, hidup ini adalah tentang memilih untuk menggunakan hidupmu untuk menyentuh hidup orang lain dengan cara yang tak bisa digantikan dengan cara lain. Hidup adalah tentang pilihan-pilihan itu." - Cerita dari Katie Leicht

"Setiap pertemuan menjadi petualangan, setiap orang menjadi sebuah pelajaran kehidupan. Yang kaya, yang miskin, yang berkuasa, dan yang kesepian; semuanya penuh impian dan keraguan sepertiku. Dan setiap orang memiliki kisah yang unik, kalau saja aku bersedia mendengarkan." - Kent Nerburn

"Hidup selalu saja punya jalan untuk memperkuat semua penilaianku yang terburuk tentang diriku." - Malcolm Hancock

"Pada dasarnya, kita semua hanya ingin dicintai." - Jamie Yellin

"Kita akan menemukan hak kita untuk hadir di dunia." - blue jean magazine


"Pengalaman: guru yang paling brutal. Tapi kita belajar, benar-benar belajar dari pengalaman." - C.S. Lewis

"Ada saat-saat istimewa dalam kehidupan kita, dan sebagian besar datang melalui dorongan orang lain." - George Adams

"Dalam saat tergelap, jiwa diisi kembali dan diberi kekuatan untuk meneruskan dan bertahan." - Heart Warrior Chosa

"Kata-kata "aku adalah...." merupakan kata-kata yang kuat; berhati-hatilah dengan apa yang kamu tuliskan setelah kata-kata itu. Hal yang kamu katakan akan memantul dan menuntutmu." - A.L Kitselman

"Kau memperoleh kekuatan, keberanian, dan rasa percaya diri dari setiap pengalaman yang membuatmu berhenti sejenak untuk menghadapi rasa takutmu. Kau dapat berkata pada dirimu sendiri, "Aku telah tabah menghadapi kengerian ini. Aku pasti mampu menghadapi hal berikutnya."." - Eleanor Roosvelt

"Kesempatan besar untuk menolong sesama jarang muncul, tapi ada banyak kesempatan kecil di sekitar kita setiap hari." - Sally Koch

"Menyalakan cahayamu di antara orang-orang yang cahayanya redup menciptakan perbedaan yang sungguh berarti." - Eric Allenbaugh

"Kamu dilahirkan dengan sayap. Mengapa kamu lebih suka merangkak dalam menjalani hidup?" - Rumi

"Meskipun dunia penuh dengan penderitaan, dunia juga penuh dengan keberhasilan mengatasi penderitaan itu." - Hellen Keller

"Orang selalu menyalahkan keadaan. Aku tak percaya keadaan. Orang yang berhasil di dunia adalah orang yang bangkit dan mencari keadaan yang mereka inginkan, dan, kalau mereka tak menemukannya, mereka akan menciptakannya." - George Bernard Shaw

"Dari yang kita peroleh, kita dapat menghidupi diri kita, namun yang kita berikan dapat menciptakan kehidupan." - Arthur Ashe

"Apa pun yang kau lakukan, cintailah dirimu karena melakukannya. Apa pun yang kau rasakan, cintailah dirimu karena merasakannya." - Thadeus Golas

"Tugas di hadapan kita tak pernah sebesar kekuatan di belakang kita." - Pecandu Alkohol Anonim

Sunday, July 3, 2011

The Story of Us

I used to think one day we'd tell the story of us
How we met and the sparks flew instantly
People would say they're the lucky ones

I used to know my place was the spot next to you
Now I'm searching the room for an empty seat
'Cause lately I don't even know that page you're on

Oh, a simple complication
Miscomunications lead to fallout
So many things that I wish you knew
So many walls up, I can't break through

Now, I'm standing alone in a crowded room
And we're not speaking
And I'm dying to know, is it killing you
Like it's killing me?

I don't know what to say since a twist of fate
When it all broke down
And the story of us looks a lot like a tragedy now

Next chapter

How'd we end up this way?
See me nervously pulling at my clothes and trying to look busy
And you're doing your best to avoid me

I'm starting to think one day I'll tell the story of us
How I was losing my mind when I saw you here
But you held your pride like you should have held me

Oh, I'm scared to see the ending
Why are we pretending this is nothing?
I'd tell you I miss you, but I don't know how
I've never heard silence quite this loud

Now, I'm standing alone in a crowded room
And we're not speaking
And I'm dying to know, is it killing you
Like it's killing me?

I don't know what to say since a twist of fate
When it all broke down
And the story of us looks a lot like a tragedy now

This is looking like a contest
Of who can act like they care less
But I liked it better when you were on my side

The battle's in your hands now
But I would lay my armor down
If you'd say you'd rather love then fight

So many things that you wish I knew
But the story of us might be ending soon

Now, I'm standing alone in a crowded room
And we're not speaking
And I'm dying to know, is it killing you
Like it's killing me?

I don't know what to say since a twist of fate
When it all broke down
And the story of us looks a lot like a tragedy now
Now, now

And we're not speaking
And I'm dying to know, is it killing you
Like it's killing me?

And I don't know what to say since a twist of fate
'Cause we're going down
And the story of us looks a lot like a tragedy now

THE END

Thursday, June 30, 2011

Chocolate for A Teen's Heart - Kay Allenbaugh

"Aku menemukan cara belajar tersulit bahwa ketika aku melihat sesuatu yang tidak kusukai atau menemukan kesalahan pada diri orang lain, sebenarnya itu hanya cerminan hal-hal negatif dalam diriku yang tidak aku sukai." -Kimberly Birkland

"Aku baru mengetahui bahwa setiap hari layak untuk dihargai." - Kerri Strug

"Saat terbaik untuk tertawa adalah kapan pun kamu bisa." - Linda Ellerbee

"Ketika aku membuka pikiranku, aku melihat segalanya menjadi lebih jelas." - Jo Anna Burns-Miller

"Kamu tumbuh menjadi dewasa pada saat kamu benar-benar menertawakan dirimu sendiri untuk pertama kalinya." - Ethel Barrymore

"Balas dendam bukanlah aktivitas penuh kesadaran lebih tinggi yang istimewa." - Carrie Fisher

"Kamu adalah pencerita kisah hidupmu sendiri, dan kamu dapat menciptakan legendamu atau tidak." - Isabel Allende

"Aku akhirnya menyadari, satu-satunya alasan untuk hidup adalah menikmatinya." - Rita Mae Brown

"Yang terpenting adalah apa yang kamu kerjakan dengan apa yang kamu miliki." - Shirley Lord

"Terdapat banyak jalan menuju puncak gunung, tetapi pada saatnya semua akan mencapai puncak." - Anya Seton

"Ada saatnya ketika sepatah kata menghancurkan untaian cerita, satu langkah menghancurkan tarian." - Anonim

"Cara untuk menguasai hal yang sulit adalah dengan mempraktikkannya." - Kate O'Brien

"Diamlah dan biarkan Tuhan berbicara pada hatimu." - Anonim

"Kamu tidak perlu takut dengan perubahan. Kamu tidak perlu khawatir dengan apa yang telah pergi. Cukup lihatlah apa yang telah bertambah." - Jackie Greer

"Seorang ibu bukanlah seseorang yang bersandar, tetapi seseorang yang membuat sandaran menjadi tidak diperlukan." - Dorothy Canfield Fisher

"Seseorang tidak terlahir sebagai wanita, tetapi ia menjadi wanita." - Simone de Beauvoir

Wednesday, June 29, 2011

Gone Too Soon

Hey, there now
Where'd you go? You left me here so unexpected
You changed my life
I hope you now, cause now I'm lost
So unprotected

In a blink of an eye
I never got to say goodbye

Like a shooting star, flyin' across the room
So fast, so far
You were gone too soon
You're part of me
and I'll never be the same here without you
You were gone too soon

You were always there
And like shining light on my darkest days
You were there to guide me
Oh I miss you now, I wish you could see
Just how much your memory, will always mean to me

In a blink of an eye
I never got to say goodbye

Like a shooting star, flyin' across the room
So fast, so far
You were gone too soon
You're part of me
and I'll never be the same here without you
You were gone too soon

Shine On! Shine On!
To a better place
Shine On! Shine On!
Will never be the same
Shine On! Shine On!

Like a shooting star, flyin' across the room
So fast, so far
You were gone too soon
You're part of me
and I'll never be the same here without you
You were gone too soon

Shine On! Shine On!
You were gone too soon
Shine On! Shine On!
You were gone too soon
Shine On! Shine On!
You were gone too soon